Rabu, 16 Juni 2010

di tiap-tiap malam

aku kembali menuyusuri tangga demi tangga menuju kampusku.
di sudut belakang gedung itu.
sudut tersembunyi oleh dinding tebal putih.
duduk seorang bapak tua.
rambutnya putih oleh uban yg semakin banyak tumbuh menggantikan rambut hitamnya.

raut wajahnya lelah.

tubuhnya bersandar pada dinding gedung itu.matany terpejam sejenak melepas letih.

teringat aku pada sosok laki-laki yg membesarkan ku.
rambutnya?
banyak kah uban nya?atau dicat ny dgn penghitam rambut hingga tak tampak?
letihkah tersirat di wajahnya?
menanggung hidupku selama 20tahun ini.
entahlah aku tak ingat, entah tak memperhatikan atau benar-benar lupa.
karena jarang bertemu.
percayalah, aku selalu mengingatnya di tiap hariku, di tiap-tiap malamku.

1 komentar: